www.radarharian.id – Konten kreator media sosial Riezky Kabah baru-baru ini menarik perhatian publik setelah mengeluarkan pernyataan yang dianggap merendahkan Suku Dayak. Kontroversi ini dimulai dari unggahannya di TikTok yang terjadi di depan Rumah Radakng, rumah adat Dayak, di mana ia menyebut masyarakat Dayak sebagai penganut ilmu hitam.
Video tersebut langsung menuai reaksi keras dari banyak pihak, terutama dari kalangan masyarakat Dayak. Riezky sekaligus menyalakan kemarahan, karena kontennya dianggap sebagai fitnah yang mencoreng kehormatan masyarakat tersebut, dan berpotensi merugikan komunitas mereka.
Akibat pernyataan ini, pihak kepolisian mengambil tindakan tegas. Pada Rabu, 1 Oktober 2025, Riezky ditangkap di Jakarta setelah dilakukan proses penjemputan paksa berdasarkan laporan dari masyarakat.
Kepolisian setempat mengonfirmasi penangkapan tersebut, menegaskan bahwa konten yang disebarkan oleh Riezky patut didalami lebih lanjut. Sebelum kita membahas lebih jauh tentang peristiwa ini, mari kita kenali lebih dekat sosok Riezky Kabah dan latar belakangnya.
Profil dan Pendidikan Riezky Kabah
Riezky Kabah Nizar, pria kelahiran Pontianak pada 30 September 2003 ini, adalah sosok yang semakin dikenal publik lewat platform TikTok. Ia menyelesaikan pendidikan menengahnya di SMAS M Pontianak sebelum melanjutkan ke SMAN Pontianak, di mana ia menuntut ilmu hingga 2023.
Saat ini, Riezky merupakan mahasiswa di sebuah institusi komunikasi yang terkemuka di Jakarta. Meski masih muda, ia telah mendapatkan banyak perhatian berkat kreativitas dan keberaniannya dalam menyampaikan konten-kontennya.
Sejak awal 2023, Riezky mulai aktif di TikTok dengan gaya komedi yang khas, spontan, dan blak-blakan. Pengikutnya pun semakin banyak, mencapai angka 2,6 juta, mencerminkan popularitas yang terus melambung dalam dunia media sosial.
Namun, meskipun menghibur banyak orang, perjalanan karirnya di dunia maya tidak luput dari masalah kontroversial. Isu pertama yang mengganggu namanya muncul ketika ia menghina profesi guru, menyebut mereka sebagai individu yang tidak layak dihormati.
Kontroversi dan Penangkapan dalam Kasus Terbaru
Kontroversi terbaru Riezky mencuat ketika beberapa pernyataannya dianggap menyinggung masyarakat Dayak. Unggahan videonya yang menyatakan bahwa masyarakat Dayak terlibat dalam praktik ilmu hitam menciptakan reaksi keras dari berbagai kelompok.
Pelaporan terhadap Riezky dilakukan oleh organisasi Pemuda Dayak Kalimantan Barat pada 9 September 2025. Mereka mengecam apa yang dinilai sebagai tuduhan yang tidak berdasar dan merusak citra masyarakat Dayak yang memiliki nilai dan budaya yang kuat.
Sejak laporan tersebut, pihak kepolisian berusaha untuk menghadirkan Riezky untuk diperiksa, namun dia tidak datang sampai pada akhirnya ditangkap secara paksa. Saat ditangkap, Riezky langsung dibawa ke Pontianak untuk menjalani pemeriksaan investigative.
Menurut pihak kepolisian, status Riezky saat ini masih dalam proses penyelidikan demikian juga apakah ia menjadi tersangka atau tidak. Komentar dari petugas kepolisian menegaskan bahwa mereka akan terus mendalami kasus ini untuk mendapatkan kejelasan.
Respons dari Masyarakat dan Media Sosial
Respons terhadap pernyataan Riezky cukup beragam, dengan banyak yang mengecam tindakan tersebut sebagai bentuk diskriminasi budaya. Komentar negatif mengalir deras di media sosial, menunjukkan solidaritas terhadap masyarakat Dayak yang merasa terancam oleh narasi yang dibangun Riezky.
Lebih jauh lagi, banyak pengguna media sosial mengajak publik untuk lebih menghargai dan menghormati budaya serta tradisi suku yang ada di Indonesia. Mereka mendukung tindakan hukum yang diambil oleh pihak berwenang sebagai bentuk perlindungan terhadap nilai dan kehormatan masyarakat lokal.
Kritik juga datang dari para pegiat budaya dan sosial, yang menyerukan pentingnya pendidikan dan pemahaman lintas budaya untuk menghindari kesalahpahaman di masa depan. Banyak yang berharap insiden ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak dalam berkomunikasi.
Penting untuk diingat bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab dalam pengungkapan materi yang mereka sebar, terutama di platform yang dapat dijangkau oleh banyak orang. Edukasi mengenai berbagai budaya di Indonesia adalah langkah krusial untuk memastikan keterikatan sosial yang lebih kuat.
Penutup dan Harapan ke Depan
Kasus Riezky Kabah menggambarkan dilema komunikasi dan sensitivitas budaya di era media sosial. Semoga kasus ini menggugah kesadaran akan pentingnya menjaga integritas dan menghormati nilai-nilai budaya yang ada.
Di masa yang akan datang, semoga semakin banyak orang yang belajar untuk berbagi informasi dengan bijak. Budaya merupakan warisan yang harus dilestarikan, bukan untuk dihina atau disalahartikan. Dengan memahami satu sama lain, kita bisa menciptakan ikatan sosial yang lebih kuat dan harmonis.





























