www.radarharian.id – Drama Korea telah menjadi favorit di kalangan penonton global, berkat kisah-kisah yang menggugah emosi dan mampu menggambarkan kehidupan sehari-hari dengan sangat baik. Ketika berbicara tentang genre ini, drama bernuansa retro berhasil menarik perhatian karena kemampuannya untuk mengingatkan penonton pada masa lalu yang penuh kenangan.
Drama-drama ini tidak hanya menawarkan alur cerita yang menarik, tetapi juga panorama sosial dan budaya yang berubah seiring waktu. Dengan latar belakang berbagai dekade, khususnya dari tahun 1950-an hingga awal 2000-an, setiap drama memberikan potret perubahan yang dramatis dalam kehidupan masyarakat.
Dengan banyaknya pilihan yang ada, berikut adalah beberapa rekomendasi drama Korea bernuansa retro yang layak ditonton saat waktu luang Anda. Setiap judul membawa nuansa nostalgia sekaligus menggugah perasaan, sehingga cocok untuk dinikmati oleh berbagai kalangan.
Berikut adalah beberapa drama yang dapat memberi pengalaman menonton yang berkesan dan menyentuh hati.
Drama Retro yang Menawarkan Kisah Menarik dan Berbeda
1. “Typhoon Family” (2025) menghadirkan kisah yang berfokus pada Kang Tae Poong, seorang pria optimis yang hidupnya terbalik akibat krisis finansial Asia. Ia terpaksa harus mengelola perusahaan keluarga yang hampir bangkrut setelah kematian sang ayah, walaupun tanpa pengalaman bisnis.
Dalam upayanya mempertahankan perusahaan, dia bekerja sama dengan Oh Mi Seon, seorang karyawan junior yang berbakat dan pintar. Bersama-sama, mereka menghadapi berbagai tantangan di tengah kesulitan ekonomi yang melanda.
2. “A Hundred Memories” (2025) bercerita tentang persahabatan dan cinta di tahun 1980-an. Drama ini menggambarkan kehidupan Go Young Rye, seorang kondektur bus yang bermimpi untuk kuliah, dan Seo Jong Hee yang bercita-cita menjadi Miss Korea.
Hubungan mereka semakin rumit ketika mengaitkan perasaan kepada Han Jae Pil, pria yang terlihat sempurna namun menyimpan luka mendalam. Ketika mereka bertemu kembali setelah bertahun-tahun terpisah, pertanyaannya adalah apakah mereka bisa memperbaiki hubungan yang penuh kenangan pahit.
3. “Twinkling Watermelon” (2023) adalah drama yang mengisahkan Ha Eun Gyeol, pelajar berprestasi dengan latar belakang orang tua tuna rungu. Cerita dimulai ketika ia kembali ke tahun 1995 dan berusaha mengenal ayahnya yang masih muda, Ha Yi Chan.
Dengan bergabung dalam band ayahnya, ia berusaha mengubah takdir demi kembali ke masa kini. Drama ini tidak hanya menggugah emosi, tetapi juga memberi gambaran menarik tentang hubungan orang tua dan anak.
Memahami Budaya Melalui Cerita Retro yang Mengena
4. “When Life Gives You Tangerines” (2025) berlatarkan Pulau Jeju tahun 1950-an, berfokus pada Ae-Sun, seorang gadis cerdas yang menyukai sastra. Meskipun mengalami kesulitan ekonomi, ia tetap berjuang untuk mencapai mimpinya menjadi penyair.
Kisah ini juga melibatkan Gwan-Sik, seorang pria pendiam yang mencintai Ae-Sun tanpa syarat. Melalui suka dan duka, mereka saling mendukung dan menemukan arti cinta sejati di tengah kesulitan hidup.
5. “Reply 1988” (2016) menyoroti kehidupan lima sahabat yang tumbuh di lingkungan yang sama. Menggambarkan kehidupan pada tahun 1988, drama ini memotret ikatan keluarga dan persahabatan yang sulit dipisahkan.
Masing-masing karakter memiliki latar belakang yang berbeda, namun kebersamaan mereka menciptakan kekuatan dan dukungan yang saling melengkapi saat menjalani masa remaja. Nostalgia yang ditawarkan sangat kuat, membuat penonton merasa terhubung dengan kisah yang ditampilkan.
6. “Youth of May” (2021) mengisahkan cinta di tengah Pemberontakan Gwangju 1980. Drama ini menceritakan perjalanan cinta Hee-tae dan Myung-hee, dua sejoli yang harus berjuang mempertahankan rasa cinta mereka di tengah situasi politik yang sarat ketegangan.
7. “Snowdrop” (2021) menghadirkan kisah cinta yang bersejarah berlatar 1987. Ketika Lim Soo Ho terluka dan bersembunyi di asrama universitas wanita, pertemuannya dengan Eun Yeong Ro menimbulkan konflik emosional dan situasi berbahaya.
Kisah mereka menggambarkan tantangan cinta di masa yang sulit, di mana rahasia dan potensi bahaya mengintai setiap langkah mereka. Perasaan ini menambah ketegangan dan ketidakpastian dalam alur cerita.
Drama yang Menghidupkan Kenangan dan Emosi di Setiap Episode
8. “Twenty Five Twenty One” (2022) menyajikan kisah Na Hee-do, seorang atlet anggar yang berjuang di tengah pembubaran timnya akibat krisis ekonomi. Di sisi lain, Back Yi-jin juga mengalami kesulitan saat kehidupannya berubah dari berkecukupan menjadi miskin.
Walaupun keduanya datang dari latar belakang berbeda, hubungan mereka berkembang seiring usaha mengejar mimpi masing-masing. Drama ini menyentuh tema tentang harapan dan bagaimana setiap orang dapat bangkit dari keterpurukan bersama orang-orang terkasih.
Drama-drama ini menawarkan berbagai macam hiburan dengan cerita yang tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan pelajaran berharga mengenai kehidupan. Dari kisah perjuangan, persahabatan, hingga cinta, drama-drama tersebut akan memberikan pengalaman menonton yang memuaskan.
Dengan semua elemen ini, drama Korea bernuansa retro tetap relevan dan memberikan inspirasi kepada penonton di seluruh dunia. Menonton drama-drama ini tentunya jadi cara yang tepat untuk merasakan kisah masa lalu yang menggetarkan hati.





























