www.radarharian.id – Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini mengambil langkah signifikan dengan memberhentikan Arief Prasetyo Adi dari posisinya sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas). Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 116/P Tahun 2025 yang ditandatangani pada 9 Oktober 2025, sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan efektivitas kinerja pemerintah di sektor pangan.
Arief, yang menjabat sejak 21 Februari 2022, menjadi figur penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional selama masa pemerintahannya. Namun, di bawah kepemimpinan baru, ia harus digantikan dalam rangka mendorong perubahan yang lebih besar demi kepentingan publik.
Menggali lebih dalam mengenai sosok Arief Prasetyo Adi, kita menemukan latar belakang pendidikan dan karir yang mumpuni. Arief bukan hanya seorang profesional, namun juga dikenal sebagai seorang pengusaha yang memiliki pengalaman luas di sektor industri pangan.
Baca juga: Amran resmi jabat Kepala Bapanas gantikan Arief Prasetyo Adi
Latar belakang dan riwayat pendidikan Arief Prasetyo Adi
Arief Prasetyo Adi lahir di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dan dibesarkan dengan semangat untuk mengejar pendidikan tinggi. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia melanjutkan perjalanan akademiknya ke Yogyakarta untuk meraih gelar sarjana di Jurusan Teknik Sipil Universitas Atma Jaya Yogyakarta pada tahun 1998.
Setelah itu, ia tidak berhenti belajar dan melanjutkan ke program Magister Teknik di universitas yang sama, yang diselesaikannya tahun 2000. Terbaru, ia diberi gelar Doktor Honoris Causa oleh Kyungsung University di Korea Selatan pada tahun 2024 sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya di sektor pangan.
Perjalanan karir segudang prestasi Arief Prasetyo Adi
Sebelum terjun ke dunia pemerintahan, Arief telah memiliki rekam jejak yang mengesankan di sektor bisnis dan manajemen. Ia memulai karirnya di sejumlah perusahaan besar, baik domestik maupun internasional, dengan menjabat di posisi kunci yang mengasah kemampuannya.
Di antara perusahaan tempat ia berkarir adalah PT Lotte Shopping Indonesia dan PT Hero Supermarket, di mana ia mengembangkan keahlian yang kemudian membawanya ke posisi Direktur Utama di PT Food Station Tjipinang Jaya. Di sini, ia dikenal berkat kemampuannya dalam merestrukturisasi dan memimpin perusahaan menuju kesuksesan.
Arief melanjutkan kiprahnya di tingkat nasional dengan diangkat sebagai Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), yang kemudian bertransformasi menjadi Holding BUMN Pangan ID Food. Dalam kapasitas ini, kinerjanya sangat dihargai karena berhasil meningkatkan sinergi antar sektor pangan.
Baca juga: Mensesneg ungkap alasan di balik rangkap jabatan Mentan Amran
Evolusi Jabatan dan Penghargaan Tak Terhitung
Puncak karir Arief terjadi ketika ia dilantik sebagai Kepala Badan Pangan Nasional pada 21 Februari 2022. Dalam perannya ini, ia berkontribusi secara signifikan dalam menjaga stabilitas pangan di Indonesia melalui berbagai inisiatif. Salah satunya adalah Gerakan Pangan Murah, yang menjangkau 341 kabupaten/kota.
Dedikasinya dalam menjaga ketersediaan pangan telah membuahkan berbagai penghargaan, seperti The Best CEO of The Year dari Business News Indonesia pada tahun 2021 dan penghargaan Leader Inovatif Peduli Gizi pada 2023. Prestasi ini menandai rekognisi atas usahanya dalam memperkuat ketahanan pangan di Indonesia.
Kepemimpinannya pun melahirkan sejumlah rekor, termasuk Rekor MURI untuk Gerakan Pangan Murah. Keberhasilannya dalam program-program ini menjadikannya salah satu pemimpin yang menonjol di sektor pangan nasional.
Baca juga: Bapanas inspeksi kualitas beras di gudang Bulog Ponorogo
Pencopotan dan Penjelasan Resmi
Pemberhentian Arief dari jabatannya diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto berdasarkan Keputusan Presiden yang mengatur pengangkatan dan pemberhentian para pejabat pemerintahan. Keputusan ini menimbulkan berbagai spekulasi dan tanda tanya di kalangan publik.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi memberikan penjelasan resmi, menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak berhubungan dengan kinerja buruk. Menurutnya, Arief akan diberikan tugas baru di tempat lain, yang akan diselaraskan dengan kebutuhan pemerintah saat ini.
“Mas Arief sedang ingin kita tugaskan di tempat lain, maka fungsi itu langsung dijabat Menteri Pertanian,” jelasnya, meredakan keraguan rakyat terkait keputusan tersebut.
Baca juga: Pemerintah pastikan program bantuan pangan tahap 2 realisasi Oktober





























