www.radarharian.id – Dalam upaya memperkuat komunikasi strategis, Presiden Prabowo Subianto baru saja melantik asisten khusus presiden. Posisi ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara Istana Kepresidenan dan masyarakat luas, serta meningkatkan efektivitas penyampaian informasi penting.
Pelantikan yang berlangsung pada Rabu (8/10) ini menandakan langkah baru dalam strategi komunikasi pemerintah. Salah satu individu yang dipercayakan dalam posisi tersebut adalah Dirgayuza Setiawan, yang memiliki rekam jejak yang cukup mengesankan.
Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 33/M Tahun 2025, yang menandakan pengangkatan Dirgayuza sebagai Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan. Setelah resmi dilantik, ia menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Dirgayuza menekankan pentingnya membangun narasi yang substantif dan kebijakan yang matang. Unggahan di akun media sosialnya menunjukkan tekadnya untuk bersama-sama mewujudkan visi Indonesia yang lebih baik.
Mengenal Profil Dirgayuza Setiawan Secara Mendalam
Dirgayuza lahir di Jakarta pada 15 Mei 1989, menjadikannya sosok yang cukup berpengalaman di usia 36 tahun. Ia merupakan anak dari pasangan yang memiliki latar belakang militer dan olahraga, yang mungkin mempengaruhi kariernya di bidang komunikasi.
Pendidikan menjadi landasan awal bagi Dirgayuza untuk berkembang. Ia menyelesaikan studi Sarjana (Bachelor of Arts) di University of Melbourne dengan fokus pada Media Communications dan Ilmu Politik. Selama di Melbourne, ia tidak hanya belajar, tetapi juga aktif dalam organisasi mahasiswa.
Ketertarikan dan prestasinya dalam dunia komunikasi terlihat ketika ia dipercaya menjadi Wakil Presiden Persatuan Pelajar Indonesia di Australia. Ia juga berpartisipasi dalam Y8 Summit sebagai delegasi Indonesia, menunjukkan kemampuannya dalam menjalin hubungan internasional.
Langkah Karir yang Mengesankan di Berbagai Bidang
Setelah menamatkan studinya, Dirgayuza melanjutkan pendidikan dengan mengikuti program Executive di Tsinghua University, Tiongkok. Ia kemudian melanjutkan studi di Oxford University, Inggris, di mana ia terlibat dalam penelitian tentang media digital dan regulasi internet.
Berdasarkan catatan di OII Oxford, Dirgayuza telah menerbitkan beberapa karya, termasuk buku tentang teknologi dan filsafat politik. Karya-karyanya di Indonesia pun tak kalah menarik, dengan beberapa buku yang membahas isu-isu penting dalam masyarakat.
Di samping itu, ia juga aktif dalam organisasi internasional, termasuk menjadi anggota Oxford Indonesia Society. Dirgayuza dikenal sebagai pengajar di Universitas Gadjah Mada, memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu komunikasi di Indonesia.
Pengalaman di Lingkungan Pemerintahan dan Sektor Swasta
Dirgayuza bukanlah sosok yang asing dalam lingkaran pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Tim Tenaga Ahli di Kementerian Kelautan dan Perikanan. Keterlibatannya dalam politik dimulai sejak muda, dan ia aktif dalam organisasi sayap politik.
Selama karirnya, ia terlibat dalam berbagai posisi strategis, baik di perusahaan swasta maupun BUMN. Sebelum bergabung dengan pemerintahan, ia pernah bekerja sebagai Konsultan di McKinsey dan menjabat di berbagai posisi penting di perusahaan-perusahaan ternama.
Pengalaman luasnya dalam berbagai bidang, termasuk di sektor teknologi dan bisnis, membekalinya dengan perspektif yang unik dalam merumuskan kebijakan. Dirgayuza diharapkan dapat berkontribusi dalam menciptakan kebijakan yang lebih baik dan terarah.
Harapan untuk Masa Depan Komunikasi Pemerintah
Dengan berbekal pengalaman dan pendidikan yang solid, Dirgayuza Setiawan diharapkan dapat memainkan peran signifikan dalam memperkuat komunikasi pemerintah. Sifat inovatif dan dinamisnya menjadi aset penting dalam menghadapi tantangan zaman.
Upaya untuk membangun narasi yang jelas dan akurat menjadi kunci dalam menyampaikan kebijakan kepada masyarakat. Dengan demikian, kehadiran Dirgayuza bukan sekadar sebagai juru bicara, melainkan sebagai pengatur kualitas informasi yang disampaikan.
Pelantikan ini juga menggambarkan komitmen pemerintah untuk menjalin hubungan lebih erat dengan masyarakat. Diharapkan, langkah-langkah yang diambil oleh Dirgayuza dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan citra pemerintah di mata publik. Kualitas substansi kebijakan yang dikomunikasikan akan menjadi fokus utama dalam tugas barunya.





























