www.radarharian.id – Penyanyi pop terkenal asal Hong Kong, Shirley Kwan, kini berada dalam kondisi kritis setelah dilarikan ke ruang perawatan intensif (ICU) pada Selasa, 7 Oktober. Hal ini terjadi setelah ia dilaporkan pingsan secara mendadak di rumahnya dan segera membutuhkan perawatan medis lebih lanjut.
Berita mengenai kondisi kesehatan Shirley mengejutkan banyak penggemar dan rekan-rekan di industri musik. Selama bertahun-tahun, ia telah menjadi salah satu ikon musik di Asia, khususnya di kalangan penggemar musik Cantopop.
Sementara itu, kabar mengenai situasi kritisnya membuat banyak orang bertanya-tanya tentang penyebabnya. Meski belum ada kepastian, laporan menyebutkan bahwa ia sempat menggunakan alat bantu pernapasan, menambah kekhawatiran di kalangan keluarga dan teman-temannya.
Kondisi Kesehatan dan Keluarga yang Khawatir
Shirley Kwan terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah tiba-tiba mengalami pingsan di rumahnya pekan lalu. Kejadian ini membuat putranya, Kwan Chun Yin, yang tinggal di Amerika Serikat, langsung terbang kembali ke Hong Kong untuk mendampingi ibunya.
Putra Shirley dilaporkan sangat terpukul dengan keadaan ibunya dan terlihat emosional saat menemani di rumah sakit. Ia bahkan enggan meninggalkan ruang perawatan, meskipun waktu berkunjung sudah berakhir, menunjukkan betapa hatinya dipenuhi rasa khawatir.
Selain putranya, anggota keluarga lainnya juga turut menjenguknya. Ayahnya bersama kerabat dan teman-teman dekat Shirley ikut memberikan dukungan moral di hari-hari sulitnya ini.
Perjalanan Karir dan Prestasinya dalam Musik
Menapaki karirnya di dunia musik, Shirley Kwan mencapai puncak kepopuleran pada tahun 1989 dengan lagu terkenal, “Happy Are Those In Love.” Kehadirannya di industri musik membuatnya dikenal sebagai salah satu diva yang paling menonjol di Hong Kong, khususnya pada era 1990-an.
Selama bertahun-tahun, Shirley meluncurkan berbagai hit, termasuk “Willing To Do Anything” pada tahun 1991 dan “Cuddling Underneath The Stars” pada tahun 1994. Ia bersaing dengan penyanyi lainnya, seperti Faye Wong dan Sandy Lam, menunjukkan eksistensinya di industri musik.
Kendati demikian, sejak tahun 2020, Shirley semakin jarang muncul di hadapan publik setelah mengumumkan pengunduran dirinya dari dunia hiburan. Keputusan ini disertai dengan sejumlah perilaku yang mengundang perhatian negatif, dan menambah keprihatinan publik terhadap kondisi mentalnya.
Kondisi Mental yang Mencolok dan Perilaku di Publik
Shirley Kwan tidak hanya terkenal akan suaranya yang merdu, tetapi juga kehidupan pribadinya yang penuh gejolak. Ia pernah mengungkapkan kondisi mentalnya yang memburuk, termasuk insiden-insiden yang mengakibatkan sorotan media.
Beberapa tahun terakhir, di antaranya ia mengaku melahirkan putranya secara mendadak pada tahun 2002, yang menimbulkan banyak pertanyaan mengenai kepastian informasi tersebut. Tindakannya yang dinilai tidak stabil termasuk serangan kepada staf hotel dan pertengkaran di tempat umum, menjadi bagian dari berita yang sering muncul di media.
Dalam sebuah unggahan di media sosial pada tahun 2012, Shirley membagikan pesan yang menunjukkan rasa kesepian dan kehilangan yang mendalam. Ungkapan ini menunjukkan betapa besar perjuangan yang harus dihadapinya meskipun berada di puncak karir.





























