www.radarharian.id – Dony Oskaria baru saja dilantik sebagai Kepala Badan Pengaturan BUMN oleh Presiden Prabowo pada 8 Oktober. Pelantikan ini memberikan amanah baru bagi Dony, seorang profesional yang memiliki pengalaman luas di sektor BUMN sehingga diharapkan mampu membawa perubahan signifikan.
Selain Dony, pelantikan tersebut juga melibatkan dua Wakil BP BUMN, yaitu Aminudin Ma’ruf dan Teddy Barata. Keputusan pelantikan ini tercantum dalam Keputusan Presiden No. 109/P Tahun 2025 yang menandakan komitmen pemerintah dalam mengelola BUMN secara efektif.
Sebelum posisi barunya, Dony menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN dalam Kabinet Merah Putih yang dibentuk pada 2024. Pada saat yang sama, ia juga merupakan COO di Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara, menandakan kepercayaan dan tanggung jawab yang tinggi di berbagai posisi.
Di sektor pariwisata, Dony dikenal luas sebagai Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia, atau yang lebih dikenal dengan InJourney. Namun, pada tahun 2024, posisinya tersebut diteruskan oleh Maya Watono, memberikan kesempatan baru bagi Dony untuk mengembangkan bakat dan kemampuannya dalam bidang lain.
Sejalan dengan pelantikan, pertanyaan mengenai kekayaan Dony Oskaria juga muncul. Menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), ia memiliki total harta kekayaan mencapai Rp33,5 miliar.
Rincian Mengenai Harta Kekayaan Dony Oskaria
Berdasarkan data LHKPN yang disampaikan pada 11 April 2025, total kekayaan Dony terdaftar di angka Rp33.506.889.847. Jumlah ini meningkat seiring dengan perjalanan karirnya yang terus berkembang.
Mayoritas dari kekayaan tersebut berasal dari aset properti yang nilainya mencapai Rp19,8 miliar. Ini mencakup berbagai jenis properti strategis yang tersebar di Jakarta Selatan dan Padang, memperlihatkan kepemilikan yang menguntungkan di sektor ini.
Salah satu aset paling bernilai yang dimilikinya adalah tanah dan bangunan seluas 1.240 m2 yang berlokasi di Jakarta Selatan, dengan nilai mencapai Rp8 miliar. Ini menunjukkan bahwa Dony memiliki posisi yang kuat dalam investasi properti.
Selain itu, Dony memiliki dua kendaraan yang nilainya mencapai Rp2,7 miliar. Ini menambah diversifikasi kekayaannya di luar investasi real estat yang cenderung lebih stabil.
Dony juga tidak ketinggalan dalam hal aset likuid, di mana kas dan setara kas yang dimilikinya mencapai Rp10,6 miliar. Jumlah ini memungkinkan dia untuk memiliki daya beli yang baik serta fleksibilitas dalam berinvestasi ke depannya.
Aset dan Utang Dony Oskaria
Saat melihat lebih dalam mengenai asetnya, harta bergerak lainnya berjumlah sekitar Rp840 juta, ditambah dengan surat berharga yang bernilai Rp14,9 miliar. Semua ini berkontribusi pada kekayaan bersihnya yang cukup signifikan.
Namun, Dony juga memiliki utang yang cukup besar, mencapai Rp15,5 miliar. Meski begitu, setelah dikurangi dengan utang, kekayaan bersihnya tetap berada di angka Rp33,5 miliar, menggambarkan bahwa Dony berhasil mengelola aset dan liabilitasnya dengan seimbang.
Dalam laporan LHKPN tahun lalu, kekayaan total Dony tercatat sekitar Rp46,68 miliar dengan utang senilai Rp16,79 miliar. Ini menunjukkan adanya perubahan positif dalam pengelolaan asetnya dari tahun ke tahun.
Dari rincian di atas, dapat dilihat bahwa Dony Oskaria bukan hanya seorang pejabat yang memiliki posisi strategis, tetapi juga seorang investor cerdas yang tahu cara mengatur kekayaannya. Dengan latar belakang dan pemahaman yang baik tentang ekonomi, dia bisa menjadi teladan bagi banyak pejabat lainnya.
Prospek Karir dan Tantangan ke Depan
Menyusul pelantikannya, banyak yang menanti langkah Dony dalam memimpin BP BUMN. Tanggung jawab ini tentunya bukan perkara mudah, mengingat tantangan dalam dunia BUMN yang semakin kompleks. Dony diharapkan dapat melakukan inovasi yang membawa BUMN menuju era baru yang lebih efisien dan berdaya saing.
Dengan latar belakangnya yang luas, Dony akan memiliki kesempatan untuk menerapkan kebijakan yang centris pada keberlanjutan dan efisiensi operasional. Ini menjadi hal yang penting untuk menunjang keluaran BUMN yang tidak hanya berorientasi laba, tetapi juga dampak sosial.
Keberhasilan Dony juga tergantung pada kemampuannya membangun hubungan baik dengan stakeholder. Dalam era bisnis yang terus berubah, jaringan yang solid akan membantu Dony dalam mengimplementasikan kebijakan yang lebih baik dan inovatif.
Sebagai pemimpin yang baru, Dony harus berupaya untuk meningkatkan transparansi di BUMN. Hal ini penting agar masyarakat bisa memiliki kepercayaan penuh terhadap pengelolaan dan kinerja perusahaan-perusahaan milik negara.
Menghadapi tantangan yang ada, Dony diharapkan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan mengambil langkah-langkah strategis. Ini tidak hanya akan menguntungkan bagi dirinya, tetapi juga bagi seluruh ekosistem BUMN yang lebih luas.





























