www.radarharian.id – Pada Senin, 6 Oktober, Sekretaris Jenderal Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Irjen Pol Dwiyono, menerima kenaikan pangkat menjadi Komisaris Jenderal Polisi. Upacara yang diadakan di Ruang Rapat Utama Mabes Polri, Jakarta, berlangsung bersamaan dengan 26 perwira tinggi lainnya, yang menandai momen penting dalam perjalanan kariernya.
Dilantik pada 5 Februari lalu, Dwiyono telah berkomitmen untuk menjalankan tugasnya dengan baik, membantu misi KP2MI dalam melindungi pekerja migran. Sebelum perannya di KP2MI, ia menjabat di Badan Intelijen Negara (BIN) di mana ia mengemban beberapa jabatan penting.
Karier Dwiyono di bidang intelijen semakin mengukuhkan reputasinya. Ia dikenal berpengalaman dalam berbagai aspek keamanan dan pengelolaan sumber daya manusia di bidang kepolisian.
Karier dan Pengalaman Dwiyono di Polri dan BIN
Karier Dwiyono di kepolisian dimulai pada 1995 di Polres Metro Jakarta Utara. Selama bertahun-tahun, ia menanjak ke berbagai posisi, termasuk sebagai Kapolres di Banyumas dan Jakarta Pusat, menunjukkan dedikasinya dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Pengalaman di BIN memberikan Dwiyono wawasan yang lebih mendalam terkait intelijen dan kebijakan publik. Jabatan sebagai Direktur Respon Ancaman dan Deteksi Dini di bidang intelijen siber memperkuat kemampuannya dalam menghadapi tantangan keamanan modern.
Selain itu, keahliannya dalam analisis kebijakan juga terlihat saat menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian. Issoh itu menjadi modal penting saat mengemban tugasnya di KP2MI.
Pendidikan Dwiyono yang Mempengaruhi Kariernya
Dwiyono lahir di Demak pada 23 Juli 1972 dan menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian pada tahun 1994. Pendidikan ini memberikan landasan kokoh bagi kariernya di institusi penegakan hukum.
Selain pendidikan dasar di kepolisian, ia melanjutkan studi di jenjang yang lebih tinggi, termasuk Pendidikan Tinggi Ilmu Kepolisian dan Sekolah Staf dan Pimpinan. Ini adalah bukti komitmennya untuk terus belajar dan berkembang dalam profesinya.
Dengan meraih gelar Magister dari Universitas Indonesia dan kini menunggu gelar Doktor dari Universitas Jayabaya, Dwiyono menunjukkan dedikasi tidak hanya pada tugasnya sebagai polisi, tetapi juga sebagai akademisi yang kompeten.
Transparansi dan Laporan Harta Kekayaan Dwiyono
Transparansi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam karier publik. Dwiyono telah melaporkan harta kekayaannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi pada 16 April 2025 dengan status verifikasi administrasi lengkap. Total kekayaannya mencapai Rp10,58 miliar.
Aset terbesar yang dilaporkan adalah tanah dan bangunan senilai Rp5,34 miliar, yang tersebar di berbagai lokasi, menunjukkan keberagaman dalam investasi dan kepemilikan aset. Hal ini juga mencerminkan manajemen finansial yang baik dalam kariernya.
Dwiyono melaporkan memiliki sejumlah kendaraan dan harta bergerak lainnya, dengan nilai total mencapai Rp1,2 miliar. Dengan tidak adanya utang, laporan keuangannya menggambarkan profil yang bersih dan dapat dipercaya.





























