www.radarharian.id – Mantan artis Ammar Zoni kembali menjadi sorotan publik setelah terlibat dalam kasus narkoba yang cukup mencengangkan. Ia diduga terlibat dalam jaringan peredaran sabu dan tembakau sintetis di Rutan Salemba, di mana ia memanfaatkan aplikasi bernama Zangi untuk menjalankan aksinya.
Penangkapan Ammar dilakukan setelah penyidik Polsek Cempaka Putih berhasil mengidentifikasi perannya sebagai penerima barang haram yang dikirim dari luar penjara. Dari situ, ia diindikasikan menyalurkan narkoba tersebut kepada narapidana lain yang berada dalam lapas.
Dalam kasus ini, selain Ammar, ada enam orang lainnya yang juga ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Penggeledahan di sel mereka mengungkapkan banyak barang bukti, termasuk sabu, ganja, dan perlengkapan lain yang berkaitan dengan peredaran narkoba yang meresahkan masyarakat.
Penggunaan aplikasi Zangi oleh Ammar menimbulkan pertanyaan besar di kalangan publik. Banyak yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai aplikasi ini, yang ternyata memiliki fitur keamanan tinggi dan berkaitan dengan cara mereka berkomunikasi dan mengatur distribusi barang terlarang tersebut.
Baca juga: Anggota DPR meminta reformasi keamanan lapas setelah kasus Ammar Zoni
Mengenal lebih dekat aplikasi Zangi yang digunakan oleh Ammar Zoni
Menurut informasi resmi, Zangi merupakan aplikasi pesan instan yang berkantor pusat di Silicon Valley, Amerika Serikat. Aplikasi ini menawarkan layanan komunikasi yang sangat aman, yang dilengkapi dengan kualitas tinggi, baik untuk panggilan suara, video, maupun pertukaran pesan teks.
Zangi dikenal dengan pendekatan privasinya yang kuat, di mana pengguna tidak memerlukan nomor telepon untuk mendaftar. Selain itu, aplikasi ini mengklaim tidak menyimpan jejak komunikasi di server mereka, sehingga membuat aktivitas penggunanya sangat sulit dilacak.
Meski dianggap sulit dikendalikan, pihak kepolisian tetap berhasil menggali sejumlah kasus di mana aplikasi ini disalahgunakan untuk aktivitas ilegal. Sistem keamanan Zangi menggunakan enkripsi standar militer (AES-256), yang menjamin bahwa hanya pengirim dan penerima yang dapat membaca isi pesan.
Keunggulan lain dari Zangi adalah model desentralisasi penuh yang diterapkan, berbeda dengan aplikasi lainnya yang sering kali mengandalkan server terpusat. Ini tidak hanya menjaga privasi pengguna, tetapi juga mencegah akses ilegal terhadap informasi pribadi.
Baca juga: Aplikasi video AI Sora mencatat 627.000 unduhan, melampaui debut ChatGPT
Fitur unggulan Zangi yang menarik perhatian publik
Salah satu fitur menarik dari Zangi adalah sistem registrasi yang memungkinkan pengguna untuk membuat akun tanpa informasi pribadi, seperti nomor telepon atau alamat email. Proses pendaftaran ini memberikan ID unik kepada setiap pengguna, sehingga identitas mereka menjadi lebih sulit dilacak.
Keputusan Zangi untuk tidak mengumpulkan data pribadi dan metadata memberikan nilai tambah pada aplikasinya, terutama di era di mana privasi sangat penting. Dengan cara ini, Zangi menciptakan sistem komunikasi yang hampir tidak mungkin untuk disadap oleh pihak luar.
Berbagai fitur yang ditawarkan Zangi menunjukkan bahwa aplikasi ini sangat cocok untuk penggunaan yang membutuhkan privasi dan anonimitas. Hal ini menjelaskan mengapa Ammar Zoni dan rekan-rekannya mampu berkoordinasi tanpa takut aktivitas mereka terdeteksi oleh pihak berwenang.
Dalam konteks ini, kelebihan utama Zangi dapat dirangkum sebagai berikut:
- Registrasi anonim – Memungkinkan pendaftaran tanpa nomor telepon, menjaga keamanan akun dari pengawasan.
- Tidak ada pengumpulan data – Semua informasi saat berkomunikasi tersimpan di perangkat masing-masing, bukan di server pusat.
- Enkripsi tingkat militer – Sistem enkripsi AES-GCM 256 melindungi setiap bentuk komunikasi, dari pesan hingga panggilan.
- Kualitas panggilan yang stabil – Menawarkan kualitas panggilan suara dan video yang sangat baik.
- Pemindahan pesan dan file yang cepat – Memungkinkan pengiriman pesan dan berkas dengan kecepatan tinggi dan sedikit gangguan.
Dengan kombinasi fitur-fitur ini, Zangi menjadi salah satu aplikasi komunikasi yang amat sulit untuk pembobolan, menjadikannya pilihan yang menarik bagi mereka yang membutuhkan keamanan dalam berkomunikasi.
Baca juga: Kemenkum: Aplikasi pembayaran royalti LMKN memperkuat pengelolaan hak cipta
Pewarta: Sean Anggiatheda Sitorus
Editor: Suryanto





























